Perkembangan islam di indonesia

Agama islam mulai masuk ke pulau Jawa, diduga jauh sebelum abad XIII Masehi.
Beberapa sejarawan, seperti Azyumardi menyatakan bahwa, agama islam mulai masukbke Nusantara pada abad ke VII Masehi. Abad ini bertepatan dengan abad pertama Hijriah, atau semasa dengan kekhalifahan Bani Umayyah. Bukti-bukti ini dapat dilihat pada catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 674 M sudah ada koloni-koloni  saudagar arab yang berniaga di sepanjang pantai timur, barat Sumatra dan utara Jawa. Pada waktu itu pedagang-pedagang Arab melakukan kegiatan ekonomi di perairan laut dan pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Namun, para pedagang ini tidak memiliki misi apapun. Kedatangan mereka hanya untuk berdagang. Lama kelamaan para pedagang yang melakukan aktivitas ini membuat komunitas hingga lahirlah beberapa perkampungan Arab. Para pedagang yang tinggal di komunitas ini tidak semuanya kawin dan berinteraksi dengan sesama Arab, tetapi banyak diantara mereka melakukan asimiliasi, yaitu dengan perkawinan. Para pengusaha banyak yang menikahi putri-putri pejabat, seperti adipati, bupati dan lain-lain.

Pusat-pusat tertua penyebaran agama islam adalah Gresik dan Surabaya. Kesimpulan ini didasarkan pada kenyataan yang menuturkan bahwa di Gresik terdapat banyak sekali makam islam yang tua. Diantaranya adalah sebuah makam tua dari seorang yang bernama Fatimah Binti Maimun, yang meninggal pada tanggal 7 Rajab 475 H. (1082 M), dan makam Malik Ibrahim, yang meninggal pada tanggal 12 Rabiulawal 822 H (1419).

Sebagaimana dimaklumi daerah-daerah pesisir utara pulau Jawa, seperti Gresik, Tuban, Jepara, dahulu merupakan pelabuhan-pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh saudagar-saudagar asing. Melalui pintu gerbang itulah islam masuk ke daerah pesisir Jawa utara yang kemudian berpusat di Demak.
Hingga abad ke 11 Masehi komunitas Arab semakin besar. Namun mereka masih belum memiliki misi menyebarkan agama islam. Agama Islam hanya sebagai ajaran komunitas mereka. Bukti-bukti tentang keberadaan mereka terdapat pada makam seorang muslimah di Leran, Gresik. Pemilik kuburan ini bernama Fatimah binti Maimun. Di Nisan tersebut tercatat, Fatimah meninggal pada tahun 457 H atau 1082 M.
     Pada abad 14 masehi komunitas arab memiliki misi yang tidak sengaja memperkenalkan Islam. Menurut Prof. Dr. Badri Yatim, pada awalnya komunitas Arab yang besar ini membutuhkan para ulama untuk membimbing dan menentukan hukum-hukum diantara mereka. Mereka mendatangkan ulama-ulama dari Persia, Turki dan Hijaz. Ulama-ulama tersebut diundang khusus untuk membimbing agama diantara komunitas mereka. Namun, belakangan ulama-ulama ini mendapatkan simpati tidak hanya dari komunitas Arab, tetapi juga dari penduduk asli Nusantara, karena para ulama ini memiliki budi pekerti luhur dan mudah bergaul. Para penduduk asli banyak yang bergaul dan belajar dari kehidupan mereka. Sedikit demi sedikit banyak diantara mereka bergabung menjadi pemeluk Islam.

Dengan demikian, adanya Islam di Indonesia diawali dari ketidaksengajaan. Hal ini didasari dari masuknya islam pertama kali dibawa oleh para pedagang arab sekitar abad ke -7 Masehi. Para pedagang Arab melakukan aktivitasnya tanpa ada misi menyebarkan agama. Oleh karena mereka menetap dan membuat perkampungan Arab, maka pemeluk islam di nusantara semakin banyak pula. Lama kelamaan islam tidak hanya dipeluk oleh kalangan pedagang Arab, tetapi juga dipeluk oleh pedagang-pedagang non-Arab, para bangsawan dan masyarakat Nusantara umumnya. Tentu saja melalui proses yang panjang.

Dengan proses yang panjang Islam masuk ke indonesia tidak dengan kekerasan, tetapi dengan cara damai. Banyak saluran yang terpakai. Saluran-saluran yang digunakan Islam masuk ke indonesia adalah :
1. Saluran perdagangan
2. Saluran pernikahan
3. Saluran kebudayaan dan kesenian
4. Saluran ilmu pengetahuan dan
5. Saluran politik
Dengan kelima saluran tersebut hingga sekarang Islam tetap berkembang dan semakin maju. Adanya islam di negeri Indonesia tidak mengakibatkan pemeluk agama-agama terdahulu merasa terganggu. Bahkan para pemeluk agama terdahulu merasa diuntungkan dengan datangnya agama baru. Hal ini dilihat dari berbagai segi.
    Dari segi ekonomi, Masyarakat Indonesia pad waktu itu merasa diuntungkan dengan kedatangan para pedagang Arab. para pedagang tersebut melakukan aktivitas berdagang dengan aturan Islam, yaitu tanpa riba, suka sama suka dan jujur. Dengan praktik-praktik ini semua pihak merasa diuntungkan. Bahkan menghasilkan laba yang sangat banyak.
     Dari segi ilmu pengetahuan, masyarakat Indonesia banyak belajar dari para pedagang muslim. Pengetahuan orang-orang Arab pada waktu itu lebih maju. Dengan pengetahuan tersebut banyak orang orang islam yang mengamalkan ilmunya untuk kemanfaatan masyarakat. Seperti yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim. Ia memberikan gagasan teknik bertani yang baik kepada pihak kementrian Majapahit. Dengan ide Maulana Malik Ibrahim pertanian di Majapahit semakin maju. Para bangsawan Islam juga banyak yang mendirikan perguruan atau yang dikenal pesantren. Dengan adanya pesantren, moral dan pengetahuan penduduk Indonesia semakin berkembang dan maju.
Perkembangan Islam di Indonesia selanjutnya mengalami kemajuan. Pada abad ke -13 Hingga 16 sudah sebagaibagama mayoritas penduduk. Oleh karena itu, kalangan Islam sudah mendirikan sebuah kerajaan. Di Aceh berdiri Kerajaan Samudra Pasai dan Aceh Darussalam.
Pada Abad 15 berdiri Kerajaan Demak di Jawa dan Gowa Tallo di Sulawesi. Selanjutnya silih berganti kerajaan-kerajaan Islam menguasai beberapa wilayah di Indonesia seperti Cirebon, Banten, Ternate, Pajang, Mataram dan lain-lain.

Pada mas kemerdekaan, kaum muslim memiliki peranan penting dalam membebaskan Indonesia dari penjajahan. Sebagian besar tokoh yang mencetuskan Pancasila dan UUD 1945 adalah muslim. Kini Islam semakin eksis di bumi Nusantara. Dengan beragam golongan dan aliran, Islam mewarnai Indonesia sebagai aspek, seperti politik, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
ilmo
AUTHOR
31 January 2016 at 18:13 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Unknown
AUTHOR
31 January 2016 at 18:16 delete

Tepat sekali, saat ini banyak aliran-aliran baru yang bisa menyesatkan umat islam. Jadi kita harus lebih hati-hati

Reply
avatar

Mau tau apa komentar kamu ?EmoticonEmoticon